DOA ITU INDAH, YA.
"Teruslah berdoa sampai kamu melihat apa yang kamu doakan".
Sebuah ungkapan yang indah dan nyata. Untaian doa betul-betul mampu mengantarkanku pada cita. Ketika rasa cemas, khawatir, sedih, dan perasaan-perasaan gundah lainnya menghampiri, doa menjadi sandaran jiwa. Doa menjadi bentuk kepercayaan bahwa hal baik pasti akan segera datang. Doa yang dilantunkan menjelma pelindung bagi jiwa dan raga yang terus mengupayakan hal baik dalam kehidupan. Mungkin tidak berwujud, tetapi mampu diresapi dan dirasakan.
Apa yang membuat doa begitu indah? Apakah ia hanya rangkaian kata yang diucapkan dengan mulut? Sejatinya, doa adalah bahasa hati yang tidak membutuhkan penerjemah. Dalam setiap doa, ada ketulusan yang tak bisa disampaikan hanya dengan kata-kata. Ada harapan yang mengalir, seperti sungai yang mengalir perlahan, menghapus segala rasa cemas. Dalam doa, aku tidak hanya meminta, tetapi juga berterima kasih, memohon petunjuk, dan merasakan ketenangan. Doa mengajarkan aku untuk tidak merasa sendirian, karena aku selalu mempunyai cahaya penerang berupa harapan.
Doa adalah manifestasi jiwa yang menghadap langsung kepada Sang Pencipta, seolah-olah dunia ini berhenti sejenak, hanya untuk mendengar satu suara, satu pepermohona. Doa adalah sebuah pengakuan bahwa kita bukanlah segalanya, bahwa ada kekuatan yang jauh lebih besar yang mengatur alam semesta ini. Ketika menyerahkan segala hal dalam doa, maka beban, rasa khawatir, dan cemas sedang dilepaskan, karena itu ketenangan datang.
Perlu diketahui bahwa doa bukanlah jaminan utama jika segala sesuatu yang dipinta akan langsung terwujud. Terkadang, jawaban yang datang tidak sesuai dengan yang diinginkan. Namun, justru dalam ketidaktahuan itulah aku belajar untuk lebih percaya, bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik untukku. Doa mengajarkanku untuk sabar dan berserah, menyadari bahwa segala sesuatu terjadi sesuai kemampuanku, untuk melindungiku, dan sebagai berkah kebaikan dalam hidupku.
Tuhan tidak pernah membebani hamba-Nya melebihi kemampuan yang dimiliki oleh hamba tersebut, karena Tuhan adalah sebaik-baiknya yang maha mengetahui. Hal-hal sulit yang telah dilalui kemarin adalah pembelajaran yang menuntunku untuk menemukan jalan. Terima kasih, Tuhan, atas segala nikmat yang masih dan selalu tercurah sampai detik ini. Terima kasih telah menjawab dan mewujudkan doa-doa yang senantiasa aku semogakan. Tuhan, semoga Engkau selalu meridhai hal-hal baik menghampiri hidupku. Semoga apa yang tengah aku upayakan lekas aku dapatkan. Aku ingin berlari menghampiri orang-orang yang ku sayang, ingin mempersembahkan cinta nan hangat serta ketulusan yang membahagiakan. Tuhan, izinkan aku menjadi seseorang yang mampu menebarkan kebaikan di bumi indah-Mu, selalu.



Keren banget semangattt berkarya🌷🌷
BalasHapus