BAIK SELALU, YA.

 



"Baik selalu, ya."
Tiga kata yang terucap sebagai kalimat penutup pada pertemuan hari itu. Bukan untuk mengakhiri, aku hanya ingin menyampaikan harap yang sama untukmu. Semoga kamu senantiasa dikelilingi hal-hal baik. Tapi kamu harus tahu, ya, bahwa beberapa hal baik tidak serta-merta langsung bisa didapatkan. Terkadang, untuk merasakan sesuatu yang baik dan keindahan dari suatu hal, kita harus dihadapkan dengan situasi yang baru. Situasi yang mengharuskan kita belajar, situasi yang mengajarkan kita tentang banyak sudut pandang, dan situasi yang menuntut pengorbanan. Iya, kita harus melewati berbagai proses untuk dapat melihat kebaikan di depan. 

Ada cerita apa hari ini?
Kamu tahu, sebelum akhirnya masa itu benar-benar akan habis, setiap hari aku masih selalu ingin mendengar ceritamu. Aku masih selalu ingin menjawab semua pertanyaan lucumu. Aku masih selalu ingin menjadi tempat aman yang senantiasa mampu membantumu. Memori tentang cerita-cerita itu terkadang mampir di sore hari, hampir menyerupai rindu. 

Kamu tahu, beberapa orang punya definisi yang berbeda tentang impiannya. Beberapa orang punya definisi yang berbeda pula tentang hal berkesan dalam hidupnya. Ini adalah definisi mimpiku, dapat menebar kebaikan dan bermanfaat dengan segala mampuku. Berada pada tempat yang sudah aku cita-citakan sejak lama dan bertemu denganmu adalah salahsatu bentuk pengabulan doa yang begitu aku syukuri. Bahkan sampai detik ini, aku masih merawat dengan baik indah itu, membaca makna tersirat yang begitu sempurna.

Terima kasih, ya. Kamu dan segala mampumu telah hadir dan bertahan sampai saat ini. Terima kasih telah hadir untuk menyampaikan pesan semesta bahwa semua hal baik yang ditakdirkan menjadi milikku akan datang di masa yang tepat dan ketika aku mampu menerimanya dengan siap. Kamu dan ribuan episode bersamamu telah direkam semesta untuk kemudian menjelma harapan, menerbangkan makna, dan mengantarkan pada proses pembenahan. 

Jika pepatah yang mengatakan bahwa "semua orang ada masanya" itu benar adanya, apakah menurutmu kita akan benar-benar selesai jika tenggat waktu semesta sudah di depan mata? 

Ah, aku akan tetap berharap bahwa kita masih bisa bertemu dan berdiskusi di kesempatan berikutnya. Aku akan tetap menjadi tempat aman kapanpun kamu membutuhkan. Aku akan tetap menjadi pendengar yang baik untuk setiap cerita yang kamu bagikan. Sama seperti yang sudah aku sampaikan padamu sebelumnya, jangan pernah sungkan untuk datang menemuiku. Di manapun dan kapanpun itu, aku harap semesta senantiasa menyediakan ruang temu. 

Di akhir tulisan ini, izinkan aku menuliskan doa kecilku untukmu.

Baik selalu, semoga lekas sembuh dari hal-hal yang melukaimu. Baik selalu, semoga dijauhkan dari hal-hal yang menyakitimu. Baik selalu, semoga dimudahkan semua proses berjalan dan berlarimu. Baik selalu, semoga tercapai segala cita-citamu. Baik selalu, semoga semesta senantiasa menyayangimu. Baik selalu, semoga bahagia dan cinta menyertai hidupmu.

Komentar

  1. keren, selalu. doa baik akan kembali balik ke dirimu, semangat, yaa.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer