Sheet About Memories
Mesin waktu berputar, menderu bersama sepoi anila, membawa sebuah nama yang telah dikenal lama. Di sela-sela kesibukannya, nama itu menelisik jauh ke dalam jiwa raga. Membangunkan kenang yang hampir sepenuhnya terlupa.
Bahagia telah sepenuhnya dirasa, setelah hampir saja dipunahkan oleh dama; yang tak nyata. Ikhlas yang paling serius telah menjadi hal yang senantiasa diaminkan. Agar tak lagi ada rindu yang kelabu.
Namun, siapa yang dapat lari dari rencana semesta. Rencana semesta yang menginginkan lembar akan kenang terbuka kembali, terbaca.
Di sela-sela kesibukan itu, bayang kenang tak mau mengalah dengan mudah. Meski dengan keras kepala diabaikan, kenang tak akan enyah dari pikiran. Mungkin ada hal kecil yang mengundang kenang datang, seperti tidak sengaja melakukan hal yang sama seperti yang pernah dilakukan dirimu dengan dirinya di waktu dulu bersama. Ya, karena terkadang hal-hal kecil bisa mendatangkan sangat banyak rintik hujan kenangan.
Tak pernah ada yang salah perihal merindukan, selagi masih dalam batas wajar. Sebagian orang menikmati rindu karena dianggap sebagai memori yang menenangkan. Dan sebagian orang lagi memilih mengubur kenang dalam-dalam, dibiarkan menghilang.
Namun, apapun yang dilakukan untuk mengalihkan diri dari kenang masa lampau, seharusnya kita mengetahui suatu hal, bahwa akan ada masanya kenang itu datang dengan sendirinya. Memori tiba-tiba terputar kembali. Kita hanya bisa memilih, antara menikmati untuk mengikhlaskan atau memilih lupa untuk tidak terbuai angan.
Apapun pilihannya tergantung masing-masing dari kita dan semoga pilihan itu adalah yang terbaik untuk diri kita kedepannya.
Perihal kenang, tak selamanya ia menyakitkan. Bisa saja pada suatu hari ia datang untuk mengingatkan kita suatu hal, akan pelajaran berharga guna melanjutkan kehidupan. Karena kenang, tak selamanya menyeramkan.
Kita hanya perlu menerima, agar tak ada lagi jiwa yang terluka.
Satu hal lagi perihal kenang, yaitu tentang bagaimana cara kita menerima itu semua. Di saat kita mampu menerima segala kenangan di masa lampau, di saat itu juga kenangan perlahan hilang menjelma menjadi suatu pelajaran.
Apa salahnya untuk kita mengabadikan memori itu, dengan ditemani secangkir kopi susu hangat sembari menghitung rintik gerimis yang jatuh ke tanah.
Arti mengabadikan di sini adalah tentang bagaimana cara kita memetik buah pelajaran dari suatu hal yang pernah terjadi di masa lampau. Karena kenangan adalah bagian dari kehidupan dan di dalam kehidupan setiap harinya adalah pembelajaran.
Untuk seseorang yang jemarinya belum pernah ku genggam, perlu kau ketahui bahwa aku menuliskan ini saat aku sudah berhasil menemukan sebuah pelajaran. Pelajaran bahwa hal menyakitkan yang terjadi dalam kehidupan selalu menyimpan alasan mengapa ia datang. Ya, karena akan selalu ada kebahagiaan dan keamanan di balik sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Kelak kita akan menyadari itu semua disaat hati kita terbuka dan mulai mampu menerima.
Oleh: Uli Fania Damayanti



Komentar
Posting Komentar