SANG PEMENANG SEJATI
Pada ujung lembayung, di bawah nabastala yang kian memikat jingganya, cahaya melukiskan akara pada luasnya hamparan. Ia berjalan dengan derap langkah yang kini telah meninggalkan segala jejak sendu yang pada akhirnya tertinggal di belakang, sebagai pelajaran.
Kini warna jingga usai pudar, berganti pada terangnya sinar rembulan yang menenangkan. Di mana hanya tersisa suara gemercik air sungai yang damai. Dirinya bersandar dan perlahan terpejam. Sekelebat memori akan cerita adorasi seolah ingin Ia putar kembali. Cerita tentang semua harapan yang sampai kini masih Ia jadikan perisai kekuatan. Cerita tentang semua pengorbanan yang kini telah mengantarkannya pada kebahagiaan.
Semua berawal dari satu per satu mimpi yang mulai Ia perjuangkan, fokus yang setiap waktu Ia pertahankan, serta keinginan akan hidup lebih baik yang Ia dambakan.
Sampai Ia tiba pada satu waktu di mana dirinya diam terdayuh sendirian. Derap langkah yang memburu menjadi tertatih dengan segala kecemasan. Saat itu, kekecewaan telah mengambil alih langkah perjuangan.
Namun dari peristiwa itu, kini dirinya dapat menyadari suatu hal. Tentang roda kehidupan yang senantiasa berputar. Tentang kehidupan yang setiap harinya menyimpan banyak kejutan. Tentang kehidupan yang setiap detiknya adalah sebuah pelajaran.
Banyaknya caci dan maki tak mampu membuat dirinya berhenti. Justru semangat dalam dada kian membara, membakar seluruh jiwa raga. Berbekal doa dan usaha, dirinya berlari menuju mimpi yang sangat Ia damba. Tak peduli seberapa banyak rintangan dan seberapa sering Ia dipatahkan. Tekadnya tetap kuat untuk mengantarkan dirinya kepada kebahagiaan yang semestinya.
Dan pada akhirnya, jerih payahnya membuahkan kebahagiaan, mimpi-mimpi yang sangat Ia damba berhasil diwujudkan.
Sedikit memori akan cerita adorasi ini membuat haru relung kalbu. Senyumnya yang melengkung semakin indah tatkala sinar rembulan benderang menghiasi wajahnya. Pejaman matanya terbuka, menampakkan binar mata bahagia.
Dirinya mengalihkan pandangan pada sang rembulan yang tengah bersinar. Lalu dirinya bersyukur kepada Tuhan. Dengan penuh khidmat, Ia ucapkan kalimat syukur dalam hatinya. Suasana malam kian syahdu dengan lantunan kalimat syukur yang tak henti-hentinya terucap. Sinar rembulan pun semakin menampakkan terangnya seolah turut merasakan kebahagiaan.
Dirinya, Sang Pemenang Sejati. Di saat mimpi telah Dia taklukan, Tuhan tidak Dia lupakan. Di saat cita-cita telah Ia wujudkan, Tuhan tetap Dia utamakan.
Pesan kasih dari Penulis:
Terima kasih karena telah membaca tulisan ini dengan penghayatan sepenuh hati. Semoga dengan membaca tulisan ini, dapat memberikan motivasi untuk kamu agar kamu tetap semangat dalam menggapai cita-cita. Dan yang terpenting, tetap utamakan kewajibanmu terhadap Tuhan dan jangan pernah melupakan Tuhan.
Oleh: Uli Fania Damayanti



Komentar
Posting Komentar